Informasi menarik tentang roda sepeda BMX

Roda sepeda BMX memiliki ukuran yang beragam namun umumnya sepeda BMX menggunakan ukuran rim 20 Inchi. Lebih kecil jika dibandingkan dengan sepeda balap atau sepeda gunung. Ukuran rim 16 inci atau 18 inci biasanya digunakan pada sepeda BMX khusus anak-anak. Sedangkan ukuran yang lebih besar yaitu 24 inchi, digunakan untuk sepedaBMX type Trail dan Dirt Jump.

1. BAN

Karet ban sepeda BMX menjadi tumpuan yang diandalkan untuk dapat meredam guncangan atau tekanan beban ketika roda sepeda beradu dengan permukaan tanah.

Penggunaan karet ban untuk sepeda BMX harus memperhatikan peruntukannya. Misalnya untuk sepeda BMX yang digunakan bermain di Park atau street yang notabene memiliki permukaan trek yang mulus, maka dianjurkan untuk menggunakan ban yang bertapak lebar dan tapak yang relatif polos. Ban berkualitas, bisa di beri tekanan angin hingga 100 psi, sehingga ban bisa berputar lebih cepat di permukaan jalan karena minim gesekan jika dibanding ban bertekanan rendah.

Sedangkan untuk sepeda BMX yang digunakan untuk Dirt Jump dan atau di lintasan offroad maka sebaiknya mengunakan ban yang tapaknya kasar atau memiliki motif kembang tahu, tekanan udaranya pun di buat rendah agar ban dapat mencengkeram di permukaan lintasan yang terbuat dari tanah.

Lain lagi untuk ban yang digunakan pada BMX Race, ban untuk race sebaiknya dipilih yang memiliki permukaan tapak kecil dan ramping agar mengurangi gesekan yang bisa menghambat laju roda.

2. VELG

Lebar velg / peleg / rim sepeda BMX standarnya adalah berukuran 32 mm untuk jenis sepeda BMX freestyle. Untuk mendapatkan kekuatan maksimal pada roda, bisa menggunakan veleg yang agak lebar yaitu ukuran 36 mm.

Bahan pembuatan rim sepeda BMX biasanya menggunakan alumunium dengan pilihan single, double dan triple wall. Lapisan wall pada velg ini bertujuan untuk menambah kekuatan velg itu sendiri namun juga menambah bobot velg. Velg double wall merupakan pilihan yang ideal karena bobotnya tidak terlalu berat namun cukup kuat menahan beban.

3. JARI-JARI

Jari-jari atau jeruji atau dalam bahasa Inggris dinamakan spoke nampak sepele namun termasuk yang di perhitungkan untuk mendapatkan performa sepeda BMX yang maksimal. Sepeda BMX khusus race biasanya menggunakan jari-jari berjumlah 26 - 28 buah dari bahan yang ringan. Sedangkan untuk BMX freestyle, jumlah spoke-nya lebih banyak karena roda akan sering mendapatkan beban yang cukup berat. Biasanya untuk freestyle, sepeda BMX menggunakan 36 buah jeruji roda, bisa sampai 48 buah jika pengendaranya termasuk cukup berat atau trik yang akan dilakukan cukup membebani roda. Jumlah jeruji roda akan mempengaruhi kekuatan dan bobot roda.

4. HUB RODA

Hub roda sepeda BMX terdiri dari bearing dan as. Bearing roda sepeda BMX, ada yang menggunakan model bearing terbuka dan ada yang memakai bearing type tertutup yang harganya sedikit lebih mahal. Bearing type tertutup memiliki keuntungan lebih terlindungi dari debu namun untuk perawatan cuku sulit karena tidak bisa menambahkan stempet ke bola-bola bearing. Sedangkan bearing type terbuka lebih murah dan bisa ditambahkan stempet untuk mejaga kinerjanya namun rawah terselip debu atau kerikil yang bisa merusak kualitas bearing dan membuat beraing seret atau malah macet.

As roda BMX umumnya berukuran 14 mm, namun ada juga yang berukuran 10 mm khusus untuk BMX yang 'mengejar' bobot sepeda yang lebih ringan. As roda BMX diikat dengan mur yang akan menahan roda pada posisinya. Karena sepeda BMX bergerak ekstreme maka baut roda tidak menggunakan system quick release seperti sepeda balap atau sepeda fixie, karena dikhawatirkan roda dapat terlepas saat bermanufer melakukan trik berbahaya.

Pilihan Hub roda sepeda BMX terdiri dari 

Freewheel

Jenis hub konvensional yang banyak digunakan sepeda pada umumnya. Sproket roda belakang di pasang pada hub dengan mekanisme ulir. Tidak ada fitur khusus pada hub jenis ini karena pedal akan tetap ikut berputar saat roda sepeda bergerak mundur.

Cassete

Hub jenis ini memiliki keunggulan mekanisme bongkar-pasang yang sangat mudah sehingga memudahkan perawatan. Untuk pemasangan, Sproket atau gear roda belakang tinggal di masukan ke slot khusus yang ada di hub. Untuk karakteristiknya sama dengan type freewheel dimana pedal akan ikut berputar jika roda berputar mundur.

Freecoaster

Hub ini cukup populer digunakan pada sepeda BMX khususnya yang beraliran street BMX, park BMX dan flatland. Keunggulan dari hub roda yang satu ini adalah ketika sepeda bergerak mundur maka pedal tidak ikut berputar. Keunggulan ini sangat menunjang rider ketika harus beratraksi melakukan trik yang membutuhkan sepeda bergerak mundur. Hanya saja kendalanya, hub jenis ini harganya cukup mahal dibandingkan hub roda jenis lainnya. Selain itu konstuksinya juga rumit dan memiliki bobot yang lebih berat. Dan terkadang saat mulai di kayuh, roda tidak langsung merespon.

Coaster

Hub roda yang satu ini biasa juga dikenal dengan "back pedal brake". Karena ketika pedal diputar mundur maka akan menghentikan roda belakang. Hub jenis ini sebenarnya sangat jarang digunakan pada sepeda BMX melainkan banyak ditemukan pada sepeda fixie.


Itulah informasi menarik tentang roda BMX dan bagian-bagiannya, semoga bisa menambah wawasan anda tentang sepeda BMX.